Pergeseran lempeng mendatar yang memicu aktivitas seismik tinggi.
Batas Transform (atau sesar mendatar) adalah wilayah di mana dua lempeng tektonik bergerak saling berpapasan atau bergeser secara horizontal dengan arah yang berlawanan. Dalam interaksi ini, tidak terjadi penunjaman lempeng ke dalam mantel (seperti konvergen) dan tidak ada magma yang naik untuk membentuk kerak baru (seperti divergen).
Oleh karena itu, batas transform sering disebut sebagai batas konservatif, karena massa kerak bumi tetap dipertahankan—tidak ada yang hancur dan tidak ada yang tercipta. Namun, gesekan antar lempeng yang sangat besar membuat zona ini menjadi wilayah yang sangat berbahaya.
Lempeng tektonik memiliki permukaan yang kasar dan tidak rata. Saat kedua lempeng mencoba bergeser, mereka tidak bergerak dengan mulus. Lempeng-lempeng tersebut akan saling "mengunci" satu sama lain, sehingga energi tekanan terus menumpuk di sepanjang garis patahan.
Ketika tekanan tersebut sudah melampaui batas kekuatan batuan, batuan akan pecah secara tiba-tiba dan lempeng meloncat bergeser. Pelepasan energi yang tiba-tiba inilah yang kita rasakan sebagai Gempa Bumi Tektonik.
Salah satu contoh batas transform paling terkenal di dunia terletak di California, di mana Lempeng Pasifik bergeser melewati Lempeng Amerika Utara. Jalur ini sangat rawan gempa dan terlihat jelas di permukaan bumi sebagai retakan raksasa yang memanjang.
Indonesia juga memiliki sistem sesar mendatar yang sangat besar, yaitu Sesar Besar Sumatera atau Sesar Semangko. Jalur patahan ini membentang sepanjang 1.900 km dari Teluk Semangka hingga Aceh, membelah Pulau Sumatera menjadi dua bagian.
Sistem patahan yang memanjang dari lembah sungai Jordan hingga ke Laut Merah, memisahkan Lempeng Afrika dengan Lempeng Arab.
Karakteristik utama dari bentang alam di batas transform adalah adanya sungai yang jalurnya tiba-tiba berbelok atau terputus secara horizontal, serta lembah-lembah sempit yang lurus mengikuti garis sesar.
Lempeng bergerak Saling Berpapasan secara mendatar (Horizontal). Tidak ada gerak vertikal yang signifikan.
Kerak bumi tidak diciptakan maupun dihancurkan. Fokus utamanya adalah gesekan antar lempeng.
Zona ini paling identik dengan Gempa Dangkal yang sangat merusak karena pusat energinya dekat dengan permukaan.