Perubahan wajah bumi yang tenang namun berskala benua.
Gerak Epirogenetik (Epirogenesa) adalah pergerakan lapisan kulit bumi yang terjadi secara sangat lambat dan meliputi wilayah yang sangat luas (berskala benua). Nama ini berasal dari bahasa Yunani, Epeiros yang berarti benua, dan Genesis yang berarti pembentukan.
Berbeda dengan orogenesa yang kasar dan merusak, epirogenesa bekerja seperti pengangkatan atau penurunan daratan yang hampir tidak dirasakan manusia dalam waktu singkat, namun efeknya terlihat jelas dalam ribuan hingga jutaan tahun melalui perubahan garis pantai.
Berdasarkan arah pergerakannya, epirogenesa dibagi menjadi dua jenis utama yang menentukan perubahan permukaan laut relatif:
Gerakan ini ditandai dengan turunnya daratan atau naiknya permukaan air laut. Akibatnya, permukaan laut tampak seolah-olah naik menyapu daratan.
Gerakan ini ditandai dengan naiknya daratan atau turunnya permukaan air laut. Daratan tampak seolah-olah muncul atau bertambah luas dari permukaan laut.
Memahami epirogenetik sangat penting untuk mempelajari sejarah perubahan iklim purba dan bagaimana garis pantai dunia terus berubah secara dinamis meski terlihat diam secara kasat mata.
Sangat Lambat. Pergerakannya berlangsung dalam skala waktu geologi yang sangat panjang, jauh lebih lambat dari orogenesa.
Sangat Luas. Meliputi wilayah sebesar benua atau samudera, bukan hanya jalur pegunungan tertentu.
Terlihat pada perubahan Garis Pantai dan munculnya teras-teras pantai bertingkat di daratan.