Mekanisme pemisahan lempeng dan kelahiran kerak samudera baru.
Batas Divergen adalah zona di mana dua lempeng tektonik bergerak saling menjauh satu sama lain. Ketika lempeng-lempeng ini terpisah, material panas dari mantel bumi (magma) naik menuju permukaan melalui celah yang terbentuk.
Magma yang keluar ini kemudian mendingin dan membeku, membentuk lapisan kerak bumi yang baru. Itulah sebabnya batas divergen sering disebut sebagai batas konstruktif, karena secara aktif menambah luas lantai samudera atau daratan benua.
Pergerakan divergen menciptakan bentang alam yang unik tergantung pada di mana pergerakan itu terjadi:
Terjadi di tengah samudera. Arus konveksi mendorong magma naik membentuk rangkaian pegunungan bawah laut yang disebut Mid-Ocean Ridge (Pematang Tengah Samudera). Contohnya adalah Mid-Atlantic Ridge yang memisahkan Lempeng Amerika dari Lempeng Eurasia dan Afrika.
Terjadi ketika batas divergen muncul di tengah daratan benua. Kerak benua yang kaku mulai retak dan amblas membentuk lembah besar. Lambat laun, lembah ini bisa terisi air dan menjadi laut baru. Contohnya adalah Great Rift Valley di Afrika Timur.
Proses ini dimulai dari adanya arus konveksi di lapisan astenosfer. Arus panas ini bergerak naik dan menyebar ke samping tepat di bawah lempeng lithosfer. Gesekan dan tarikan dari arus ini memaksa lempeng di atasnya untuk pecah dan bergerak menjauh secara perlahan (sekitar beberapa sentimeter per tahun).
Batas divergen adalah bukti nyata bahwa Bumi bersifat dinamis. Samudera Atlantik, misalnya, dulunya tidak ada dan terbentuk dari proses divergen yang memisahkan superkontinen Pangea jutaan tahun yang lalu.
Lempeng bergerak Saling Menjauh (Breaking Apart) akibat tarikan magma.
Disebut konstruktif karena proses ini menciptakan kerak bumi baru dari pembekuan magma.
Adanya rangkaian gunung api bawah laut dan umur batuan dasar laut yang semakin muda ke arah pusat retakan.