Proses dahsyat di balik lahirnya barisan pegunungan dunia.
Berbeda dengan gerak epirogenetik yang lambat dan luas, Gerak Orogenetik adalah pergerakan lempeng tektonik yang terjadi dalam waktu yang relatif cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Kata "Orogenetik" berasal dari bahasa Yunani, Oros yang berarti gunung, dan Genesis yang berarti pembentukan.
Gerakan ini terjadi karena adanya tekanan horizontal (mendatar) atau vertikal (tegak lurus) yang sangat kuat di dalam lapisan litosfer. Tekanan ini menyebabkan lapisan batuan mengalami dislokasi atau perpindahan letak. Hasil dari proses ini adalah terbentuknya relief bumi yang kasar, seperti pegunungan, lembah terjal, dan retakan besar.
Secara umum, gerak ini menghasilkan dua jenis struktur utama pada kulit bumi:
Terjadi jika lapisan batuan bersifat elastis (lentur) dan mendapat tekanan horizontal yang terus-menerus. Batuan tidak patah, melainkan melengkung.
Terjadi jika lapisan batuan bersifat getas (keras/kaku) dan mendapat tekanan yang sangat kuat dan cepat melebihi titik elastisitasnya. Akibatnya, batuan tersebut retak dan terputus.
Contoh nyata dari hasil orogenesa adalah pembentukan Pegunungan Himalaya akibat tumbukan Lempeng India dan Eurasia, serta pembentukan Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera.
Relatif Cepat. Dibandingkan epirogenesa yang butuh waktu sangat lama, orogenesa terjadi lebih intensif dalam skala waktu geologi.
Sempit. Fokus pada jalur tertentu seperti sabuk pegunungan (Mountain Belts) dunia.
Menghasilkan Lipatan (Antiklinal & Sinklinal) dan Patahan (Horst & Graben).