Gelombang raksasa pada kerak Bumi yang membentuk pegunungan megah.
Lipatan adalah suatu bentuk muka bumi yang terjadi akibat tekanan horizontal (tenaga endogen) yang mengenai lapisan kulit bumi yang bersifat lentur atau elastis. Berbeda dengan patahan yang retak, pada proses lipatan, batuan hanya melengkung tanpa mengalami pemutusan.
Proses ini biasanya terjadi dalam waktu yang lama dan melibatkan tekanan yang konsisten dari dua arah yang berlawanan. Hasilnya adalah permukaan bumi yang bergelombang, menyerupai lipatan kain yang ditekan dari kedua sisinya.
Dalam sebuah struktur lipatan, terdapat dua istilah morfologi yang sangat penting untuk dipahami siswa:
Antiklinal adalah bagian dari lipatan yang memiliki posisi melengkung ke atas atau membentuk puncak. Dalam skala besar, antiklinal inilah yang kita kenal sebagai barisan pegunungan atau perbukitan.
Sinklinal adalah bagian dari lipatan yang memiliki posisi melengkung ke bawah atau membentuk lembah. Bagian ini biasanya menjadi daerah tangkapan air atau dataran rendah di antara puncak-puncak gunung.
Berdasarkan posisi sumbu dan intensitas tekanannya, lipatan dibagi menjadi beberapa jenis:
Contoh bentang alam hasil lipatan yang paling terkenal adalah Pegunungan Alpen di Eropa, Pegunungan Jura, dan sebagian dari sistem pegunungan di wilayah utara Jawa.
Terjadi pada batuan yang bersifat Elastis atau lentur, sehingga batuan melengkung tanpa pecah.
Ingat kuncinya: Antiklinal adalah Atas (Puncak), Sinklinal adalah Bawah (Lembah).
Disebabkan oleh tenaga Kompresi (tekanan horizontal) yang saling bertemu dari dua arah.